-->

Mengukir Prestasi di Masa Pandemi

Redaksi author photo

Beritaacehpoe.net--Sejak tahun 2020, wabah pandemi sangat terasa hampir semua lini, termasuk manusia yang terkesan tidak bebas bergerak dalam beraktifitas, lalu cara baru mulai diterapkan akibat desakan-desakan aktifitas yang serba terbatas, sehingga semua kegiatan seolah berada di alam mimpi.


Aktifitas manusia semua diarahkan ke dua maya termasuk juga pembelajaran di madrasah.

Semua seakan dipaksakan untuk menguasai IT, tidak terkecuali guru bahkan jika tidak mampu menggunakan IT seperti aktifitas terhenti tiada arti. 
Selanjutnya penggunaan media di alam mimpi ternyata dapat merubah pola pikir manusia untuk menciptakan perubahan-perubahan agar tidak tergilas oleh zaman.

Pendidikan atau kualitas pembelajaranlah yang mampu merubah dan memanfaatkan IT sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya adalah guru yang tidak boleh tertinggal jauh.
Setidaknya guru-guru harus mampu menggunakan teknologi terutama untuk kebutuhan pembelajaran. Maka yang mampu meraih mimpi adalah guru-guru yang melek IT.

Termasuk berbagai kegiatan baik seminar, pelatihan bahkan pembelajaran mulai diterapkan secara online.

Perubahan ini belum terhenti sampai hari ini, sehingga mengukir prestasi di masa pandemi bukan penghalang bagi sebahagian orang.

Hal inlah yang menjadi pijakan bagi Kepala Madrasah yang baru seumur jagung kepemimpinannya di tiga madrasah yang berbeda dalam tiga tahun terakhir.

Seperti mimpi disiang hari, mengukir prestasi di masa pandemi, seolah mimpi yang tak kunjung pasti. 

Meraih mimpi tentu melalui proses yang dibuktikan dengan kenyataan berupa prestasi yang membanggakan termasuk madrasah.

Kebersamaan dengan guru-guru hebat yang kreatif di madrasah sangat membantu proses pencapaian madrasah yang berkualitas. 

Kiranya slogan tentang hari esok menjadi lebih baik dari hari kemarin, mesti belajar dari masa lalu.

Program Madrasah Reform yang dijadikan tempat belajar masa lalu baginya adalah program revolusioner reformasi madrasah yang diluncurkan oleh dirjen pendidikan Islam Kemenag RI yang disupport penuh oleh World Bank.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia. 

FasDa misalnya, merupakan kumpulan guru-guru terbaik yang direkrut untuk disiapkan menjadi pelatih kegiatan PKB Guru di KKG/MGMP/MGBK.

REP-MEQR merupakan proyek bersama Kemenag dengan Bank Dunia (World Bank). Seleksi yang berlangsung 17 Juni 2021 ini merupakan kegiatan tahap kedua.

Seleksi berupa tes yang dilakukan secara daring (dalam jaringan). Ada dua kategori, yaitu: Fasilitator Tim Inti Provinsi (TIP) dan Tim Inti Kabupaten/ Kota (TIK). 

Fasilitator adalah orang yang bertugas mengelola proses dialog. Fasilitator ada untuk mendukung kegiatan belajar agar peserta dapat mencapai tujuan belajarnya.

Fasilitator Daerah (FasDa) merupakan kumpulan guru–guru terbaik yang direkrut oleh Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota untuk disiapkan menjadi Fasilitator atau narasumber kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru di KKG/MGMP/MGBK tingkat Kabupaten/Kota. 

Fasilitator ini bertugas untuk membangun kesadaran kritis masyarakat agar masyarakat mampu menanggulangi kemiskinan secara terorganisasi dan sistematis, termasuk mendorong peran serta dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk masyarakat miskin dan perempuan, melalui serangkaian kegiatan pembelajaran dalam siklus.

Tidak terkecuali, MIN 34 Aceh Utara mengambil bagian dari itu, tentunya dengan cara memberikan motivasi kepada guru-guru terbaik agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Guru-guru tersebut kemudian mendaftarkan diri dalam seleksi FasDa untuk dapat memperbaiki kualitas guru-guru yang ada di madrasah khusuunya dalam lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara.

Setelah dinyatakan lolos pada seleksi administrasi, maka tahap selanjutnya adalah ikut tes tulis yang diberikan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan tes tersebut. 

Guru-guru yang lolos pada tes tulis kemudian diundang untuk mengikuti wawancara di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara. 

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur dan elemen, diantaranya bidang pendidikan Madrasah dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara.

Setelah diumumkan ternyata dari dua guru MIN 34 Aceh Utara yang ikut beserta Kepala Madrasah sebagai motivator bagi mereka, hanya satu orang yang lolos dalam seleksi FasDa yaitu Mohd.Husni, Lc.

Beliau adalah guru muda alumni Timur Tengah yang baru 2 tahun lulus sebagai Abdi Sipil Negara di MIN 34 Aceh Utara. 

Jebolan Universitas Al-Azhar  Mesir berhasil dalam seleksi Fasilitator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. 

Mohd. Husni adalah satu dari beberapa FasDa yang lolos sebagai guru yang mempunyai potensi dalam memajukan madrasah terutama tempat beliau bertugas saat ini, disamping juga madrasah lainnya yang ada di Kabupaten Aceh Utara dilingkungan Kementerian Agama.

Keberhasilan Mohd. Husni juga keberhasilan MIN 34 Aceh Utara.

Selanjutnya juga dibuka seleksi Instruktur AKMI (Assesment Kompetensi Madrasah Indonesia), dimana seleksi ini menitikberatkan pada perbaikan kualitas pembelajaran madrasah di Indonesia. 

MIN 34 Aceh Utara tetap ambil bagian dari seleksi ini, sehingga guru-guru madrasah ini setidaknya satu orang menjadi instruktur Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI).

Penilaian kompetensi dasar terhadap seluruh murid sekolah jenjang MI, MTs dan MA ini sebagai alat ukur untuk mengembangkan kapasitas dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia, disingkat AKMI adalah asesmen yang dilakukan pada siswa sebagai metode penilaian untuk mengatasi kelebihan dan kelemahan literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk karakter.

Hasil penilaian dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran.

Pendaftaran seleksi AKMI ini dibuka selama lima belas hari, mulai tanggal 5-19 Agustus 2021.

Para peserta dapat mengunggah seluruh berkas pendaftaran melalui laman https://madrasahreform.kemenag.go.id/event/home.

“Kami persilakan para guru dan pengawas madrasah, widyaiswara, serta dosen Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi, agar diperoleh calon instruktur yang memiliki kompetensi dan komitmen yang tinggi sesuai bidangnya," tutur Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi di Jakarta, Rabu 4/8/2021.

Kemenag akan merekrut instruktur nasional (IN) dan provinsi (IP) yang akan terlibat dalam bintek tindak lanjut hasil AKMI.

Menurut Isom, AKMI akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 secara online dalam bentuk Computer Based Test (CBT). 

Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat literasi membaca, numerasi, sains, dan literasi sosial budaya siswa kelas 5 MI.

Hasil dari AKMI akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan bimtek tindak lanjut perbaikan pembelajaran guru, berikut pendampingannya Seleksi IP dan IN ini meliputi tiga tahap, yaitu: 

Seleksi administrasi, tes tertulis secara online, dan wawancara. Setelah mengikuti serangkaian tes, akhirnya M. Raja, S. Pd lolos sebagai Instruktur tingkat Provinsi Aceh.

M. Raja juga merupakan ASN yang sama dengan Mohd. Husni, yang lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil pada MIN 34 Aceh Utara pada Maret 2019. M. Raja pun akhirnya lolos dalam seleksi AKMI sebagai salah satu dari 2 instruktur dari Kabupaten Aceh Utara. 

Selanjutnya beliau berangkat ke Makassar untuk mengikuti Bimtek instruktur.

Keberhasilan M. Raja dalam ajang Madrasah reform juga bagian yang tak terpisahkan dari motivasi Kepala Madrasah dalam membimbing serta memberikan arahan dan dorongan kepadanya untuk tidak berhenti belajar dalam bentuk apapun.

Madrasah ini milik kita bersama, maju mundurnya madrasah sangat tergantung pada kualitas gurunya, maka dari itu belajarlah agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Apalagi terobosan dari program AKMI yang dirancang oleh Kemenag tidak hanya berdiri sendiri sebagai sebuah pengukuran semata, namun hasil assesmen ini akan dijadikan sebagai basis diagnosis kompetensi siswa yang sekaligus menghasilkan rekomendasi perbaikan pembelajaran di Indonesia. 

 Sementara itu, Kepala Madrasah juga ikut berpartisipasi dalam program Madrasah reform, namun sedikit berbeda dengan dua orang gurunya yang sudah lolos sebagai FasDa dan FasProv.

Kepala Madrasah (MIN 34 Aceh Utara) lolos sebagai salah satu dari ratusan Penilai Buku Pendidikan Agama yang diselenggarakan oleh Puslitbang Lektur.

"Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat Kementerian Agama yang direkrut bulan Agustus 2021 melalui tautan https://bit.ly/FormulirCalonPenilaiBPA2021” ujar Kepala Pusat LKKMO Arskal Salim, Selasa 3/8/2021. 

Nuraini, S.Ag, M.Pd adalah satu-satunya Kepala MI yang terjaring sebagai Tim penilai Buku Pendidikan Agama tahun 2021 dari Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Alumni UIN Malang ini selalu ikut ambil bagian dalam berbagai event atau kegiatan penting lainnya, misalnya berpartisipasi dalam lomba nasional cipta puisi yang diterbitkan oleh era guru publising dengan penyelenggaranya adalah Forum Indonesia Menulis tahun 2021.

Lomba ini juga diapresiasi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara. 

Selanjutnya juga sebagai penulis buku Rahasia Menjadi Gupres, Kepala Sekolah dan Pengawas yang diterbitkan oleh Aranca Pratama.

Nama MIN 34 Aceh Utara mulai terdengar hingga ke tingkat Nasional, ini semua berkat perjuangan dan kebersamaan yang terbina sejak beberapa bulan terakhir.

Dan implementasi proyek reformasi kualitas pendidikan di madrasah yang menjadi wadah inspirasi Kepala Madrasah, sesuai dengan visi yang ingin dicapai dalam waktu yang relatif singkat, juga mempunyai tekad untuk memajukan MIN 34 Aceh Utara dengan modal keberanian dan perjuangan.

Kebersamaan dalam membangun visi Madrasah JUS (Jujur, Unggul dan Santun) inilah yang ditanamkan ke guru-guru agar berkaca pada masa lalu, untuk dapat melangkah maju dihari esok atau masa mendatang. 

Kiranya lengkap sudah partisipasi MIN 34 Aceh Utara dalam berbagai kegiatan dan program-program Madrasah reform dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia, mulai dari FasDa (Kabupaten) PasProv (Provinsi) sampai Penilai Buku (Nasional), semuanya dari MIN 34 Aceh Utara yang merupakan bagian dari kegiatan Madrasah reform.

Semoga tetap menjadi madrasah terdepan di Aceh Utara dalam mengusung visi unggul dalam berbagai ajang yang berskala nasional.

Selamat kepada MIN 34 Aceh Utara, semoga visi madrasah JUS dapat diraih meskipun dengan modal keberanian, perjuangan dan kebersamaan.

Oleh: Nuraini, S.Ag.,M.Pd.
Penulis Adalah Kepala MIN 34 Aceh Utara.
Email: aini.zhr622@gmail.com



Share:
Komentar

Berita Terkini