Aceh Utara, BAP--Khanduri Blang, begitulah sebutan dalam tradisi yang mengalir dari nenek moyang bagi patani di Aceh.
Khanduri blang bermakna kenduri sawah yaitu acara syukuran disertai doa dan makan bersama yang dilaksanakan oleh para petani ketika musim tanam dimulai.
Tradisi ini dilaukan turun temurun oleh petani di Aceh, untuk mengharapkan berkah, sekaligus bermunajat kepada Allah agar sawah mereka bebas dari hama, saat musim tanam hingga panen tiba.
Imum Mukim Seunuddon Zulkarnain mengatakan kepada media ini Kamis 19/5/2022 di Balai blang Gampong Manekawan Kecamatan Seunuddon Aceh Utara.
Dulu kita lakukan acara ini setahun sekali Seiring perkembangan zaman, di mana musim tanam telah berlangsung dua kali setahun, maka kegiatan kenduri blang ini juga dilakukan dua kali dalam setiap tahun.
Dalam pelaksanaan kegiatan para petani para petani mengelar syukuran untuk mendoakan tanaman padi mereka agar bisa meningkat produksinya dan sawah terbebas dari hama.
Setiap dua kali setahun di hari tertentu, warga selalu berkumpul di areal persawahan untuk makan bersama.
Petani di desa itu setiap tibanya waktu kenduri melaksana Membaca Alquran di Menasah atau ditempat Balai tan yang terletak tengah sawah atau di makam ulama.
Tamu undangan dari berbagai desa, turut memberikan doa bersama dengan kusyuk, agar tanaman padi mereka juga bisa tumbuh subur.
Begitulah sekilas suasana khanduri blang di sana, yang merupakan salah satu kearifan lokal di Aceh yang masih eksis hingga sekarang ini.
Kenduri syukuran, doa dan makan bersama ini memberi motivasi tersendiri bagi petani untuk memulai musim tanam dengan harapan tanaman padi mereka akan lebih berkah dan hasil panen berlimpah.