Bangkalan, BAP--Mahasiswa dan Cangkir Opini menggelar sebuah kegiatan diskusi ilmiah yang bertajuk membendung eksremisme melalui nilai Pancasila dan Islam Wasatiyah yang di gelar di Abell Cafe, Bangkalan, Madura 28/7/2022.
Kegiatan ini mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bangkalan dan BEM Universitas Trunojoyo sebagai partner kerja.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mencegah pemahaman dan gerakan ektremisme agama yang berujung pada kekerasan dan aksi terorisme.
Direktur Program Cangkir Opini, Randi Satrizal Latulumamina, mengatakan bahwa kegiatan ini di laksanakan sebagai bentuk tanggung jawabnya.
"Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami agar di daerah Bangkalan dan sekitarnya tidak lagi terjadi tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama" terang mahasiswa UMM itu.
Ada tiga pembicara yang diundang oleh Cangkir Opini untuk berbicara mengenai isu ekstremisme agama di Bangkalan, yaitu KH. Muhammad bin Muafi Zaini, Masyrianto dan Wendi yang merupakan eks napiter asal Pemekasan.
Dalam penyampaiannya, ketiganya bersepakat bahwa pemahaman ekstremisme adalah pondasi awal munculnya gerakan terorisme di Negeri ini, sehingga harus di cegah sejak dini.
Menurut Wendi, dirinya menjadi teroris karena salah memahami jihad, sehingga dengan mudah mengikuti doktrin-doktrin agama yang menyeret dirinya ke dalam tindakan kekerasan.
"Saya menjadi teroris akibat salah pemahaman terhadap penyampaian jihad oleh karena itu dengan mudah mengikuti doktrin-doktrin agama sehingga dapat menyeret kita ke dalam tindakan kekerasan" ujarnya.
Masyrianto, ketua Pemuda Muhammadiyah Bangkalan, memandang bahwa untuk mencegah ekstremisme agama salah satunya adalah memberikan kepastian ekonomi bagi yang bersangkutan, Disamping itu, pemaknaan atas Pancasila dan Islam Moderat juga pasti harus dikuatkan Tegas Alumni Camplong itu.
KH. Muhammad bin Muafi, salah satu tokoh agama di Sampang, Madura, bersepakat bahwa mencegah ekstrimisme harus dikuatkan melalui diri sendiri.
"Untuk mencegah eksresmisme dari kita sendiri dan keluarga kita, caranya adalah dengan mengkaji ajaran agama dengan baik dan tuntas, serta memperkuat basis ekonomi yang selama ini menjadi momok kehidupan masyarakat Indonesia" pungkasnya.
Menurutnya Mencegah tindakan itu harus dilakukan secara bersama-sama, apalagi gerakan itu sudah masuk dikampus-kampus.
"Sehingga patut kita waspadai melalui aksi dialog semacam ini. Terang Pimpinan Salah Satu Pondok Pesantren tersebut" tegasnya.
Kegitan dialog ilmiah ini diikuti oleh mayoritas mahasiswa dan pemuda di Bangkalan, turut hadir juga okp-okp srtempat, ada GMNI, PMII, IPNU, BEM dan sebagainya.