Hamparan nisan Aceh yang tak terawat. Sumber: MAPESA.
Penulis: Muhammad Hasybi Rabbani
beritaacehpoe.net--Secara umum, nisan dapat kita pahami sebagai sebuah tanda dari kuburan atau makam, yang dapat terbuat dari kayu, semen, ataupun batu. Namun pada umumnya nisan sering terbuat batu, sehingga istilah "batu nisan" lebih sering didengar ketimbang "kayu nisan" ataupun "semen nisan".
Di Aceh sendiri, penggunaan batu nisan lebih sering digunakan ketimbang nisan-nisan yang terbuat dari material lainnya.
Batu nisan sering diletakkan pada kepala dan kaki makam/kuburan, namun beberapa hanya menempatkan pada kepala saja sebagai penanda bahwa itu adalah bagian dari kepala si mayit (orang yang meninggal).
Nisan-nisan yang sering kita lihat dan jumpai sekarang ini berbentuk cukup sederhana: pipihan semen dengan bangun ruang berbentuk balok, yang kemudian dipahat atau dicetak dengan gaya lengkungan-lengkungan sehingga terlihat mirip dengan bentuk kubah masjid, dan lalu diberi penamaan dengan nama si mayit.
Bentuk ini dapat terbilang cukup sederhana dan tidak tampak adanya suatu kesulitan berarti yang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi si pembuat nisan.
Namun jika kita terbang lebih jauh dan melihat bagaimana nisan pada masa dahulu, Aceh akan mendapat perhatian yang sangat besar, tidak dapat diremehkan dan bahkan diperlukan berbagai penelitian untuk membahasnya lebih mendalam.
Bagi masyarakat modern masa kini, seharusnya nisan kuno Aceh itu bukan hanya sebatas sebuah tanda bagi kuburan, namun juga tanda bagi sebuah peradaban besar masa silam yang kini telah terkubur, dalam hal ini ialah peradaban Aceh itu sendiri.
Dari banyaknya kemungkinan tipe nisan kuno yang ada di Aceh, 3 diantaranya sangat masyhur dan sering dijadikan sebagai objek penelitian sejarah dan arkeologi. Pada artikel ini yang kemudian akan sedikit membahas mengenai 3 tipe nisan kuno yang ada Aceh.
Nisan Aceh Tipe Plak Pleng (Lamuri)
Penulis Merupakan Mahasiswa Sejarah dan Kebudayaan Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, dirinya merupakan seorang mahasiswa Prodi S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam. Selain tertarik terhadap hal yang berhubungan dengan sejarah maupun kebudayaan, saya juga terkadang menyukai hal tentang lingkungan hidup.
Sumber: Kompasiana.com