BANDA ACEH - Pemerintah Aceh mengajak masyarakat untuk turut meramaikan penutupan Aceh Ramadhan Festival yang akan dirangkaikan dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (6/3/2026).
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah kepada masyarakat agar bersama-sama memeriahkan puncak kegiatan Ramadhan yang telah berlangsung sejak awal Maret lalu.
Menurut Fadhlullah, Aceh Ramadhan Festival yang dimulai sejak 1 Maret itu menjadi salah satu momentum penting untuk menampilkan semarak tradisi Ramadhan masyarakat Aceh sekaligus memperkuat syiar Islam di Tanah Rencong.
“Insya Allah, besok Bapak Mendagri akan menutup langsung kegiatan Aceh Ramadhan Festival pada sore hari, yang akan dirangkaikan dengan buka puasa bersama,” ujar Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fad, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat. Selain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, beberapa menteri lainnya juga dijadwalkan hadir untuk menyaksikan langsung semarak Ramadhan di Aceh.
Di antaranya Menteri Pariwisata, Menteri Ekonomi Kreatif, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang direncanakan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Karena itu, kami mengajak masyarakat Aceh untuk hadir memeriahkan penutupan Aceh Ramadhan Festival yang akan dirangkai dengan buka puasa bersama serta peringatan Malam Nuzulul Qur’an,” kata Fadhlullah.
Berbagai atraksi budaya khas Aceh juga akan ditampilkan dalam kegiatan buka puasa bersama yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan festival tersebut.
Salah satunya adalah parade Idang, yakni tradisi penyajian hidangan berbuka puasa dalam jumlah besar yang akan disediakan bagi ribuan masyarakat di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman.
Selain itu, panitia juga akan membagikan kuliner khas Ramadhan kepada masyarakat, seperti ie bu peudah atau bubur pedas serta ie bu kanji atau bubur kanji yang telah lama menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Aceh.
Tidak hanya itu, panitia penyelenggara juga menyediakan area khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Booth makanan berbayar akan tersedia di lapangan parkir depan Masjid Raya Baiturrahman, yang diisi oleh pelaku UMKM dari Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar yang menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman berbuka puasa.
Kehadiran para pelaku UMKM ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman kuliner Ramadhan bagi pengunjung festival.
Bagi Pemerintah Aceh, Aceh Ramadhan Festival bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan budaya Islami Aceh kepada masyarakat luas.
Melalui kegiatan tersebut, berbagai tradisi Ramadhan masyarakat Aceh ditampilkan dalam nuansa kebersamaan yang sarat nilai religius dan budaya.
Karena itu, Pemerintah Aceh berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan penutupan festival tersebut.
“Sekali lagi, kami mengajak bapak dan ibu, masyarakat Aceh khususnya di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, mari hadiri penutupan Aceh Ramadhan Festival dan peringatan Malam Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman,” pungkas Fadhlullah.Adv
