Banda Aceh— Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp50 juta untuk bantuan sapi meugang bagi desa-desa terdampak bencana di Aceh
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) usai memimpin rapat koordinasi penyaluran daging meugang bagi masyarakat terdampak bencana di kantor Gubernur Aceh, Senin (10/2/2026).
Menurut Fadhlullah, persetujuan tersebut merupakan respons langsung dari Presiden Prabowo atas usulan Pemerintah Aceh yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).
Dek Fadh menjelaskan, berdasarkan data verifikasi terakhir, terdapat 1.455 desa di Aceh yang ditetapkan sebagai wilayah terdampak bencana dan berhak menerima bantuan tersebut.
Setiap desa akan memperoleh anggaran Rp50 juta yang dipatok sebagai harga tertinggi satu ekor sapi untuk kebutuhan meugang.
“Anggarannya Rp50 juta per desa,” kata Wagub Fadhlullah.
Fadhlullah menjelaskan bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk uang, bukan dalam bentuk sapi langsung. Dana tersebut akan disalurkan ke rekening pemerintah daerah terdampak, kemudian pemerintah kabupaten dan kota bertanggung jawab atas proses pembelian sapi atau pendistribusian daging kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Ia menyebutkan harga sapi di Aceh umumnya tidak mencapai Rp50 juta per ekor. Dengan demikian, tidak tertutup kemungkinan satu desa dapat membeli lebih dari satu ekor sapi.
Namun, teknis pembelian dan penyaluran sepenuhnya diserahkan kepada kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota. Pemerintah Aceh, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan mekanisme penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
Terkait ketersediaan sapi menjelang meugang, Fadhlullah mengakui sejumlah ternak di Aceh sempat mati akibat bencana banjir. Meski demikian, ia memastikan pasokan sapi tetap tersedia karena pada setiap momentum meugang biasanya terdapat pasokan sapi dari luar daerah ke Aceh.
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah kepastian anggaran telah tersedia sehingga bantuan dapat segera direalisasikan sebelum Ramadhan.
Pemerintah Aceh akan terus memantau dan mengoordinasikan langkah-langkah lanjutan agar bantuan tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa terdampak bencana sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
“Saya rasa di daerah kita masih ada sapi juga, biasanya saat meugang datang sapi dari luar ke Aceh. Solusinya kita pikirkan nanti, sekarang yang penting anggaran sudah tersedia,” ucapnya. Adv
