-->

PLTU Hentikan Pasokan Sekam Padi Ratusan Warga Kehilangan Pekerjaan

Redaksi author photo

Meulaboh, BAP--Sejak dihentikan pasokan sekam padi oleh PLTU Nagan Raya dalam dua bulan terakhir, ratusan warga yang selama ini bekerja sebagai pengumpul sekam padi mengaku kehilangan pekerjaan.

"Sudah dua bulan kami tidak bekerja akibat PLTU menghentikan penerimaan sekam padi, kami mulai kehilangan pekerjaan" kata Ari didampingin rekannya Kiki, Selasa 21/4/2026.

Diakui mereka sudah bekerja sebagai pengumpul sekam padi  hampir dua tahun, keduanya mengaku mendapatkan penghasilan rata-rata Rp.3.000.000 setiap bulannya, bahkan bisa lebih.

Hal senada juga diungkapkan Darwis, Ia bersama rekannya terpaksa mencari ikan ke laut sejak dua bulan terakhir akibat kehilangan pekerjaan sebagai pengumpul sekam padi.

"Sejak PLTU tidak lagi menerima sekam padi, kami bekerja sebagai nelayan" ungkap Darwis singkat.

Darwis mengaku pendapatannya sebagai pengumpul sekam padi  lebih lumayan dibandingkan bekerja sebagai nelayan, konon lagi cuaca di laut saat ini sangat ekstrim.

Darwis berharap PLTU meninjau kembali kebijakan penghentian penerimaan sekam padi yang membuat ratusan orang kehilangan pekerjaan.

Tidak hanya mengakibatkan ratusan warga hilang pekerjaan, sejumlah pengusaha kilang padi juga mengaku kwalahan karena menumpuknya limbah sekam padi.

Sementara itu Ibu Ely, pemilik kilang padi di Jeram, Nagan Raya mengaku terpaksa membakar dan membuang sekam padi akibat tidak diambil lagi oleh pengumpul atau pemasok ke PLTU.

"Lihat sekam sudah menumpuk banyak, biasa selalu ada yang ambil, sejak dua bulan ini mereka gak datang-datang, kabarnya PLTU tidak terima lagi" ujar Ely sambil menunjuk ke arah tumpukan sekam padi. 

Sayangnya Manager PLN Nusantara Power (NP) Unit Pelaksana (UP) Nagan Raya Tri Wahyudi yang dikonfirmasi media ini  melalui pesan WhatsApp ke nomor handphon 08516535xxxx tidak menjawab, padahal pesan konfirmasi telah dibacanya. 

Manager yang merasa hebat dengan kiprahnya melakukan kunjungan silaturahmi ke Polres Nagan Raya, bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar (UTU), terkait pemanfaatan FABA ditahun 2025 ini justru mengabaikan konfirmasi awak media meski telah ditunggu berhari-hari.

Editor: Istanjoeng
Share:
Komentar

Berita Terkini