Langsa, BAP—Pengurus Aisyiyah Muhammadiyah Aceh Timur menggelar Pelatihan Pendampingan Pemulihan dan Rehabilitasi Psikososial bagi Perempuan Terdampak Bencana, Minggu 27 September 2026.
Mengusung tema "Pulih Bersama, Kuat Bersama, Bangkit Bersama", kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Inklusi — Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat yang Inklusif, bertempat di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Langsa.
Pelatihan yang diikuti kader Aisyiyah dan Paralegal Posbakum ini dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Aisyiyah Daerah Aceh Timur, Ibu Yuliana, dan turut dihadiri jajaran Pengurus Aisyiyah Provinsi Aceh.
Dua pemateri hadir memberikan wawasan mendalam, yaitu Ayu Fajri, S.Psi., M.Sc., dan Yasir, psikolog.
Dalam pemaparannya, Ayu memperkenalkan berbagai bentuk indikator kekerasan yang dapat terjadi saat bencana: kekerasan fisik, psikis/emosional, seksual, penelantaran, hingga kekerasan berbasis siber. Hingga Juni 2026 saja, tercatat ada 33 kasus kekerasan di Aceh Timur.
Ia mencontohkan kasus yang terjadi pada 2021, di mana seorang Kepala Desa diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak kelas 5 SD.
Awalnya diselesaikan secara kekeluargaan, namun setelah diproses secara hukum, terungkap korban berjumlah lebih dari lima orang—semua kejadian di gubuk tambak milik pelaku.
"Risiko kekerasan dan pelecehan meningkat pascabencana, apalagi di tempat pengungsian," ungkap Ayu.
Hal ini disebabkan keterbatasan fasilitas, seperti kurangnya penerangan, sarana mandi yang tidak memadai, hingga hilangnya mata pencaharian warga.
Kelompok yang paling memerlukan perhatian khusus antara lain anak-anak, perempuan, anak usia dini, anak perempuan penyandang disabilitas, lansia, anak tanpa pendamping, anak yang terpisah dari keluarga, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam pendampingan, Ayu menekankan pentingnya prinsip identifikasi, penanganan terpadu, perlindungan sejak dini di lokasi pengungsian, serta pemberian dukungan psikososial.
Di akhir pemaparan, ia berpesan: "Perlindungan dimulai dari kepedulian, dan pemulihan dimulai dari rasa aman."
Sementara itu, Psikolog Yasir memaparkan teknik penanganan dan pemulihan berbasis Konsep Dasar Bencana dan Reaksi Pascabencana.
Ia juga menguraikan siklus penanggulangan bencana yang meliputi masa pra bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
Editor: Istanjoeng